Sabtu, 29 April 2017

*"MENUJU MASA TUA"*

*"MENUJU MASA TUA"*

*1. Sisa umur ini pendek,*
"selagi selera.....makanlah"
"selagi layak........pakailah"
"Selagi manfaat......belilah"
"Selagi bisa........berbagilah"
"Silaturahmi......lakukanlah"
*Nikmati hidup apa adanya.* 

*2.* Dulu kita berusaha, utk memiliki. Kini saatnya untuk melepas, harta, tahta, anak, istri, suami semua akan kembali kepada-NYA. *Bahagia terletak pada  keikhlasan.*

*3.* Sehari berlalu, umur berkurang, berbuat baiklah karena *kita tidak tahu kapan akan dipanggil.*

*4.* Hidup ini sangat singkat dalam sekejap kita mulai tua dan *pasti masuk pusara..* 

*5.* Jangan tengok ke atas akan selalu kurang, tengok ke bawah bisa merasa cukup dan sykuri apa adanya pasti bahagia. *Bersyukurlah..*

*6.* Yang terbaik adalah berbuat  baik, membantu orang lain, *Jangan  menyakiti, latih diri dgn berbaik sangka , agar sehat lahir batin.*

*7.* Kasih orang tua tidak ada batas. Sadarlah, bila anak sakit, orang tua bagai teriris, bila orang tua sakit anak cuma tengok dan bertanya.
Anak-anak memakai uang orang tua seperti keharusan, tetapi orang tua memakai uang anak pasti rikuh. *Cukupilah diri sendiri jangan berharap pemberian anak.*

*8.* Rumah orang tua adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah orang tua. *Sadarilah.* 

*9.* Orang tua selalu mendoakan anak, tapi anak jarang  mendoakan orang tua. Maka *bekali kubur kita dgn amal yg banyak, jangan bergantung pada doa anak.*

*10.* Kebaikan dan keburukan sebagai ujian dan tdk akan berakhir sampai kita mati. *Sikapi dg syukur dan sabar.*

SELAMAT MENIKMATI "HARI TUA" SMOGA BAHAGIA.


NN (dari Group WA)

*"JADILAH KUAT-BAGAI RAJAWALI TERBANG TINGGI"*

Benih melambangkan diri kita, 
kita tidak dapat memilih siapa orang tua kita, 
dilahirkan dalam keluarga mana, 
ras/suku tertentu, 

dalam lingkungan yang penuh kasih sayang/keras, kaya/miskin, ikal/lurus, warna kulit, etc. 

*Semuanya itu adalah keadaan external yang seharusnya tidak mempengaruhi siapa diri kita yang sesungguhnya.* 

Kita semua adalah anak TUHAN dan di dalam diri kita ada benih ilahi, dimanapun kita berada dan ditempatkan, 

sekalipun dalam lingkungan yang tidak kondusif, tekanan yang tinggi, dan tidak mengenakkan, semua itu tidak akan berpengaruh terhadap kita. 

Sama seperti benih pohon, 
dia tahu bahwa dia adalah benih bunga dan tugas utama dia adalah untuk menghasilkan bunga, 
terlepas dari segala situasi yang ada. 

Dia harus tetap bertahan, mampu beradaptasi sambil menumbuhka akar-akar dan tunas bunga dari dalam dirinya. 

Benih ini, hanya menyerap hal-hal positif dari sekelilingnya seperti sinar matahari, tanah, air, kelembaban untuk membantunya mengeluarkan tunas-tunas bunga. 

Benih ini tidak mengizinkan hal-hal negative di sekelilingnya membuat dia loss focus. 

Dia tetap bertahan, sampai akhirnya  kuncup-kuncup bunga itu bermekaran dan menghasilkan  bunga yang berwarna warni.
 *INDAH BUKAN !!* 

Pengkhotbah 3:11a
.  *"Ia membuat segala sesuatu* 
. *indah pada waktunya, bahkan* 
.     *Ia memberikan kekekalan* 
.           *dalam hati mereka"*

*Begitupulah kehidupan tetap berjuang untuk menghadapi kehidupan yg keras..*
*🌟"Allah punya rencana indah"*

NN (Dari Group WA)

Selasa, 28 Februari 2017

Untuk Direnungkan



*1. Doa bukanlah ban serep yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi kemudi yang menunjukkan arah yang tepat.*

*2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil. Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.*

*3. Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.*

*4. Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.*

*5. Teman lama adalah emas. Teman baru adalah berlian! Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mengikat sebuah berlian menjadi cincin, kamu selalu memerlukan dasar emas.*

*6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata  Tenang sayang, itu hanyalah belokan, bukan akhir!*

*7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNYA; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.*

*8. Seorang buta bertanya pada seorang bijak  Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata Dia menjawab  Ya ada, kehilangan visimu!*

*9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkahi mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.*

*10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini.*


***Dari WA Group***

*MENYEMANGATI DIRI*


Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang.

Lalu dia berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi. 

Tentu akan lebih indah lagi. Ia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini.

Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor : 

Seekor elang telah terbang tinggi & melayang² di angkasa.
 
Namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya.

Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan & membuat elang ini terbang.

Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.

Kemudian ia bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang & Raja meminta bantuan petani itu.

Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.

Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan.

Petani menjawab :

_"Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya"._

Dahan itu yang membuatnya selama ini *NYAMAN* sehingga *MALAS* untuk terbang.

Kita dilahirkan sebagai *PEMENANG*, 
kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang terlalu erat, yaitu : *KETAKUTAN*, tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu & tidak beranjak dari posisinya.

Atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut & tidak mau melepaskannya.
*-Takut capek*
*-Takut di tolak*
*-Takut kerja keras*
*-Takut mencoba*
*-Takut rugi*
*-Takut ribet*
*-Takut gak berkembang*
*-Takut gagal*
*-Takut pindah*
*-Takut repot*
*-Takut di ejek*
*-Takut gak bisa*
*-Takut investasi*
*-Takut prospek*
*-Takut follow up*
*-Takut sharing*
*-Takut mengembangkan diri*
*- Takut... dll

Dan segala jenis ketakutan yang kita miliki masing2.

Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali diri anda & tumbuhkan kekuatan & rasa percaya diri anda. 

Maka anda akan *TERBANGTINGGI*
Tanpa kita sadari, Allah mengirimkan suatu keadaan, situasi dimana orang lain seperti teman/saudara/kekasih/orang tua
*untuk sesekali memotong dahan kenyamanan kita*.

Supaya iman dan kapasitas kita bertumbuh & naik ke level yang lebih tinggi baik peringkat, penghargaan, penghasilan, kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan.

Hidup ini 100% tanggung jawab anda.

Kenali dirimu & Potensimu karena Takdir kita adalah  seorang  *Pemenang*...


***Dari WA Group***

Senin, 20 Februari 2017

Perjalanan Hidup Kita Terlalu Singkat

Copas;

*Cerita ini sangat bagus.. untuk diresapi.. maknanya sangat  bagus*

Seorang wanita muda tengah duduk santai di dalam bis. 
Di satu pemberhentian bis, seorang wanita tua yg cerewet dan berisik naik ke dalam bis dan duduk di samping wanita muda tadi. Tas2 bawaannya yang berat dia tumpuk begitu saja di atas kursi, membuat wanita muda itu harus menggeser duduknya sambil setengah terjepit di antara tas2 berat dan jendela bis.

Seorang pemuda yang duduk disebelah melihat kejadian itu, dan bertanya kepada wanita muda itu, "Kenapa kamu tidak bicara saja, katakan pada wanita tua itu bahwa kamu jadi terganggu..."

Wanita muda itu menjawab sambil tersenyum:
"Aku rasa *tidak perlu* bersikap kasar dan beradu argumentasi untuk sesuatu yang sepele seperti ini, *perjalanan bersama kita ini terlalu singkat*. Saya juga akan turun di perhentian bis berikutnya di depan nanti"

Jawaban wanita muda tadi sangat pantas untuk ditulis dengan huruf emas :

*_"Kita tidak perlu berdebat untuk sesuatu yang sepele.  Perjalanan kita bersama amat singkat."_*

Alangkah indahnya kalau masing-masing kita *bisa menyadari* bahwa perjalanan hidup kita di dunia ini  sangat singkat; sehingga kita tidak akan membuang waktu untuk membuat perjalanan hidup kita jadi suram dengan macam-macam perdebatan, atau dengan adu argumentasi yang sengit dan tajam.  

Kalau kita tahu bahwa perjalanan hidup ini begitu singkat, maka kita tidak akan mau membuang tenaga dengan terus mengeluh, merasa tidak puas, bersikap mencari-cari kesalahan...karena semua hanya membuang waktu kita di perjalanan yang singkat ini.

Apakah seseorang sudah melukai bahkan menghancurkan hatimu?  *Tetaplah tenang, perjalanan hidupmu terlalu singkat.*

Apakah seseorang sudah menghianati kamu, mengejek-ejek  kamu, menipu atau bahkan menghina kamu?  Tetaplah tenang, *maafkan mereka, karena perjalanan hidup kita sangat singkat.*

Apapun masalah yang dibuat oleh orang lain kepada kita, mari kita selalu ingat bahwa perjalanan *hidup kita sangat singkat.*

Tidak seorang pun yang tahu *kapan perjalanan hidupnya akan berakhir.* Tidak ada orang yang tahu kapan dia akan tiba di perhentian bis yang berikutnya.  Perjalanan hidup kita bersama sangat singkat.

Saudaraku, mari kita saling memberikan kebahagiaan kepada keluarga dan teman-teman kita. Mari kita saling menaruh hormat, saling berbuat baik dan saling memaafkan satu dengan yang lain.  Mari kita isi hidup ini dengan rasa syukur dan bersukacita selalu.



NN dari Group WA.

Sabtu, 04 Februari 2017

PRINSIP 90/10 STEPHEN J COVEY


Bgm prinsip 90/10 itu ?
- 10% dari hidup kita terjadi krn apa yg langsung kita alami.
- 90% dari hidup kita ditentukan dari cara kita bereaksi.

Apa maksudnya?
Anda tdk dpt mengendalikan 10% dari kondisi yg terjadi pd diri anda.

Contoh kasus :
  
~ Kasus 1.
Anda makan pagi dgn keluarga anda. Anak anda secara tdk sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda shg pakaian kerja anda tersiram. Anda tdk dpt mengendalikan apa yg baru saja terjadi.

Reaksi anda:
Anda bentak anak anda krn telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda & mengkritik krn telah menaruh cangkir pd posisi terlalu pinggir di ujung meja.
  
Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar & cepat2 ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya. 

Akhirnya anak anda ketinggalan bis. Istri anda hrs secepatnya pergi kerja. Anda buru2 ke mobil & mengantar anak anda ke sekolah. Krn anda telat, anda laju mobil dgn kecepatan 70 km/jam, padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam. 

Setelah terlambat 15 menit & terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- krn melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit.
  
Stlh tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah.
  
Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran anda terganggu krn kondisi di rumah. 
Saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dgn istri & anak anda.
  
Mengapa? Krn cara anda bereaksi pada pagi hari. Mengapa anda mengalami hari yg buruk?

1. Apakah penyebabnya krn kejatuhan kopi?
2. Apakah penyebabnya krn anak anda?
3. Apakah penyebabnya krn polisi lalu lintas?
4. Apakah anda penyebabnya?

Jawabannya adalah No. 4 yaitu anda sendiri !

Anda tdk dpt mengendalikan diri stlh apa yg terjadi pd cangkir kopi yang tumpah. Cara anda bereaksi dlm 5 detik itu yang menentukan.

~ Kasus 2.
Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut:
"Tidak apa2 sayang, lain kali hati2 ya."

Anda ambil handuk kecil & lari ke kamar. Stlh mengganti pakaian & mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan & melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. 

Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda & mengatakan: 
"Sampai jumpa makan malam nanti."

Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat & dgn muka cerah menyapa staff anda. Bos anda mengomentari semangat & kecerahan hari anda di kantor.

πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘
Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut?

Dua skenario berbeda, dimulai dgn kondisi yg sama, diakhiri dgn kondisi berbeda.

Mengapa?
Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi! Anda tdk dpt mengendalikan 10% dari yg sdh terjadi. Ttp yg 90% tergantung dari reaksi anda sendiri.

Skrg anda sdh tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dlm aktivitas harian anda & anda akan kagum atas hasilnya. Tdk ada yg hilang & hasilnya sgt menakjubkan.


***NN dari Group WA***

Kamis, 02 Februari 2017

*#DANAU GALILEA DAN LAUT MATI*

Apakah persamaan dan perbedaaan antara 
Danau Galilea dan Laut Mati? 

Perbedaan yang paling utama adalah ......
Danau Galilea adalah sebuah Danau,
Sedang Laut Mati adalah sebuah Laut. 

☆☆☆
Tapi ada PERBEDAAN penting yang dapat menjadi pelajaran bagi kita para manusia..

Mungkin Anda perlu mengetahui persamaannya terlebih dahulu..

PERSAMAANNYA adalah ....
Danau Galilea dan Laut Mati mendapat air dari sumber yang sama yaitu.... sungai Yordan.

PERBEDAANNYA ? 
Danau Galilea sangat indah yang sekelilingnya ditumbuhi berbagai jenis tanaman dan banyak orang yang bermukim disekitarnya. Didalam danaunya banyak jenis ikan, hewan air yang hidup dan berkembang. 
.......Sebaliknya,........
 Laut Mati adalah tempat yang tidak bisa ditinggali. 
Tak ada tumbuhan atau spesies yang dapat hidup didalam maupun disekeliling laut mati karena kadar garamnya yang begitu tinggi. 
Bukan itu saja bau pada daerah laut mati ini juga sangat tidak sedap.

Mengapa keduanya bisa sangat berbeda ? ......
Padahal sumber airnya sama. 
Hal ini dikarenakan 

Danau galilea "menerima dan memberi". Danau Galilea meneruskan airnya ke danau lain yang juga memanfaatkannya.

 Sedangkan Laut Mati ? Laut mati "menerima dan menyimpan" untuk dirinya sendiri, air yang masuk ke Laut mati tidak pernah keluar lagi.

PESAN MORALNYA :

■●■●■●■●■
KALAU HIDUP kita hanya MENERIMA saja....dan....Hanya Masuk saja ...tanpa ...pernah BERBAGI keluar.....
maka Hidup kita penuh dengan Penyakit .....
Akan terus Meminta :
-minta paling diperhatikan
-minta paling baik ...
-minta paling bagus...
-minta paling banyak...
-minta paling dikasihi...
TIDAK PERNAH PUAS ...SERAKAH dsb.

Hidupnya penuh sampah !!!
Ibarat orang makan terus ...tetapi ....tidak pernah ke TOILET
Sehari ...dua hari...seminggu ...dua minggu....pasti ...didalam Perut ...berisi TUMPUKAN  SAMPAH
BAU....BUSUK....dan...PENYAKIT.

Hidup semacam ini....tidak menjadikan ...HIDUP KITA BAHAGIA

★☆★☆★☆

TETAPI.......
Sebagai orang yg PERCAYA dan TAKUT akan TUHAN........
 
"Jangan kita hanya bisa menerima saja, 
.....tapi ......
kita juga harus bisa memberi bagi orang lain."

Kita harus dapat ikhlas Memberi dan Berbagi  kepada Orang lain ....karena semuanya milik TUHAN. ........

Apa saja yang telah kita terima baik berkat, talenta, kekayaan, kepintaran ....itu semua PEMBERIAN TUHAN 
MILIK TUHAN yang dipercayakan bagi Kita......utk Hidup kita dipakai ALAT TUHAN untuk menjadi SALURAN BERKATNYA. 
-Bagikan ILMU yg kita miliki
-Bagikan TALENTA yg kita miliki      
-Bagikan BERKAT yg kita miliki

Jangan hanya dinikmati sendiri, 
......tapi..... bagilah agar dapat menjadi berkat bagi orang-orang lain dan kemuliaan bagi nama TUHAN........

MAKA HIDUP KITA.....
akan seperti POHON BESAR yang RINDANG ...dan ...BERBUAH  LEBAT.
-Menyejukan orang yg berada disekitarnya
-Mengenyangkan dan memuaskan orang banyak yang berada disekitar kita
-HIDUP menjadi semakin INDAH dan BAHAGIA... karena bisa BERMANFAAT bagi banyak orang

TUHAN akan PERCAYAKAN lebih banyak...... lagi...lagi...lagi.....dan...lagi
jika hidup kita Bisa dipercaya sebagai SALURAN BERKATNYA..


TUHAN MEMBERKATI πŸ™πŸ™πŸ™

***NN dari Group WA***

Senin, 30 Januari 2017

Menghadapi Badai Kehidupan

Seorang Anak mengemudikan mobilnya bersama ibunya
Setelah beberapa puluh kilometer, Tiba² awan hitam dtg bersama angin kencang. Langit mjd gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

"BAGAIMANA, Bu? Kita berhenti?", Si Anak bertanya.
"Teruslah.. !", kata Ibu
Anaknya TETAP menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, Bahkan ada yg
diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan . Terlihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.
"Bu....?"
"TERUSLAH mengemudi!" kata Ibu sambil terus melihat ke depan.

Anaknya TETAP mengemudi dgn bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan HANYA berjarak bebarapa meter saja.
Si Anak mulai takut.
NAMUN... tetap mengemudi WALAUPUN sgt perlahan.
Setelah melewati beberapa kilo ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang. SETELAH beberapa kilometer lagi, SAMPAILAH mereka pd daerah yg kering & matahari bersinar.

"SILAKAN berhenti & keluarlah", kata Ibu
"KENAPA sekarang?", tanya-nya .
"Agar kau BISA MELIHAT seandainya berhenti di tengah badai".
Sang Anak berhenti & keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia MEMBAYANGKAN orang² yg terjebak
di sana. Dia BARU mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidak pastian.
JIKA kita sdg menghadapi "badai" kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti, & putus asa krn kita akan tenggelam dlm keadaan yg terus menakutkan.
LAKUKAN saja Apa yang dpt kita lakukan, & yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU
KITA tidak kan pernah berhenti tetapi maju terus, Karena kita yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita...

*HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!!!* 

Θ *BUTUH* _batu kerikil_ supaya kita *BERHATI-HATI*..
Θ *BUTUH* semak berduri_ supaya kita *WASPADA*..
Θ *BUTUH* _Pesimpangan_ supaya kita *BIJAKSANA* dalam *MEMILIH*..
Θ *BUTUH* _Petunjuk jalan_ supaya kita punya *HARAPAN* tentang arah _masa depan_..

•• Hidup Butuh *MASALAH* supaya kita _tahu_ kita punya *KEKUATAN*..

•• *BUTUH* _Pengorbanan_ supaya kita tahu cara *BEKERJA KERAS*..

•• *BUTUH* _airmata_ supaya kita tahu *MERENDAHKAN HATI*

•• *BUTUH* _dicela_ supaya kita tahu bagaimana cara *MENGHARGAI*..

•• *BUTUH* _tertawa  dan senyum_ supaya kita tahu *MENGUCAPKAN SYUKUR*..

•• *BUTUH* _Orang lain_ supaya kita tahu kita *TAK SENDIRI*..
 

Jangan~ selesaikan *MASALAH* dgn _mengeluh, berkeluh kesah, dan marah"_, Selesaikan saja dgn *sabar, bersyukur*, dan jangan lupa *TERSENYUM*.

Teruslah *MELANGKAH* walau mendapat *RINTANGAN*, Jangan~ _takut_..
Saat tidak ada lg *tembok* utk _bersandar_, masih ada *lantai* utk _bersujud_.

Perbuatan baik yg paling *sempurna* adalah perbuatan baik yg tidak~ _terlihat_, Namun.. Dpt dirasakan hingga jauh kedlm *relung hati*. 

Jangan~ menghitung apa yg *hilang*, namun hitunglah apa yg *tersisa*.

Sekecil apapun *penghasilan* kita, pasti akan cukup bila digunakan utk _Kebutuhan_ Hidup.
Sebesar apapun *penghasilan* kita, pasti akan kurang bila digunakan utk *Gaya Hidup*.

Tidak selamanya kata-kata yg *indah* itu _benar_, juga *tidak*selamanya kata-kata yg *menyakitkan* itu _salah

Hidup ini terlalu *singkat*, lepaskan mereka yg menyakitimu, *sayangi* mereka yg _peduli_ padamu. Dan *berjuanglah* utk mereka yg _berarti_ bagimu.

*Bertemanlah* dg semua org, tapi *bergaulah* dg org yg _berintegritas_ dan mempunyai _nilai hidup_ yg benar, krn pergaulan akan *mempengaruhi* cara kita hidup dan masa depan kita.

SEMOGA BERMANFAAT.

***NN dari Group WA***

Kamis, 26 Januari 2017

Berkat Tuhan

Pagi itu seorang penjaja koran sedang berteduh di sebuah emperan toko. 

Hujan turun cukup deras, membuatnya tidak bisa menjajakan korannya. 
Terbayang di benakku, bagaimana dapat uang kalau hari terus hujan. 

Namun, kegalauan yang kurasakan ternyata tidak tampak sedikitpun di wajahnya. 

🌺 Hujan masih terus saja turun, si penjaja koran pun masih tetap duduk sambil tangannya memegang sesuatu, tampaknya seperti sebuah buku. 

Kuperhatikan dari kejauhan, lembar demi lembar ia baca. 
Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca, namun saat kudekati, ternyata ada sebuah Kitab Suci di tangannya.

🌺 Terjadilah dialog seperti ini :

"Bagaimana jualan korannya Mas ".

" Lumayan sudah laku selembar " jawabnya.

"Wah susah juga ya jualan kalau hujan begini" tanyaku.

" Tidak juga ".
" Terus, kalau hujannya sampai sore ? "

"Itu artinya BERKAT saya bukan jualan koran, tapi banyak BERDOA".

" Kenapa ?" tanyaku heran.
" Kitab Suci saya mengatakan :  Mengucap SYUKURLAH  dalam segala hal , sebab itulah yang dikehendaki Allah ".

"Lantas , kalau tidak dapat uang ?".

" Berarti berkat saya BERSABAR" jawabnya.

"Kalau tidak bisa beli nasi untuk makan" tanyaku penasaran.

"Berarti Tuhan menyuruh saya BERPUASA" jawabnya mantap.

"Kenapa Mas bisa berpikir seperti itu ? " tanyaku lagi.

"Tuhan itu Sumber Segala Berkat. Apa saja berkat yang diberikan Tuhan, saya syukuri. 

Selama saya jualan koran, meskipun tidak laku, saya tidak pernah kelaparan.
 
Pernah suatu hari, koran saya tidak selembarpun terjual. Saya pun tidak punya uang untuk makan. 

Saya puasa, tetapi puji Tuhan, mendekati sore ada tetangga yang bawakan makanan. Saya makan secukupnya saja, biar ada tenaga."

🌺 Hujan reda, si penjaja koran bersiap-siap untuk berjualan. 

Aku termenung, ada penyesalan di dalam hatiku. 

Kenapa kalau hujan aku masih gelisah, kuatir tidak dapat uang, kuatir rumah kebanjiran, kuatir tidak bisa bertemu teman-teman.

Kini kusadari bahwa BERKAT itu bukan Uang semata, 
bisa BERSABAR,
bisa BERPUASA, 
bisa BERDOA, 
bisa BERIBADAH...
adalah BERKAT TUHAN juga. 

Bisa BERSYUKUR adalah jauh lebih bermakna daripada UANG !!!


NN dari Group WA

Selasa, 24 Januari 2017

MAU BELI TUHAN

Ada seorang anak kecil membawa uang 1 Dollar keluar masuk toko.  Bolak-balik bertanya kepada pemilik toko:  "Jual Tuhan tidak?"  
Semua pemilik toko mengusir dia... Menganggap anak ini hanya pembuat keonaran saja...
Menjelang malam dia masuk ke toko yang ke 29...toko terakhir yang dia masuk.  Seorang tua berumur sekitar 60-an tahun menerima dia dengan ramah, menanyakan kepada anak itu: "Nak namamu siapa?
 Kamu mau beli Tuhan buat apa? 
Coba kamu ceritakan!" 

Anak itu menjawab: "Nama saya Bondi... sejak kecil ke 2 orang tua saya sudah meninggal...paman saya lah yang merawat saya selama ini. 
Paman kerja diproyek...beberapa hari yang lalu dia jatuh dari lantai 3...Sekarang koma di rumah sakit...
Menurut dokter beliau itu sudah tidak punya harapan lagi...hanya TUHAN yang bisa menolongnya...! 
Dengan terisak isak si anak ini melanjutkan kisahnya...
"Tuhan itu pasti "OBAT AJAIB"
maka itu saya mau beli Tuhan untuk menolong paman saya."

Mendengar cerita si Bondi...air mata orang tua itu berlinang...dia berkata kepada Bondi "Nak di sini ada Tuhan dan kebetulan harganya 1 Dollar...tepat seperti uang yang kamu punya."  Dari lemarinya dikeluarkannya sebotol minuman yang ada tulisan "KASIH TUHAN."  Katanya: "Ambilah ini nak...Paman mu akan sembuh setelah minum ini."...

Setelah mengucapkan terima-kasih...dengan membawa minuman itu si Bondi berlari ke rumah sakit...Sesampai di rumah sakit  Bondi berteriak-teriak: "Paman...paman... aku berhasil beli Tuhan...Setelah minum TUHAN, paman pasti sembuh!"

Beberapa hari kemudian...ada 1 tim dokter rumah sakit terkenal datang ke rumah sakit itu  dengan peralatan yang canggih merawat paman Bondi...selang beberapa minggu kemudian... sembuhlah paman si Bondi.

Ketika akan meninggalkan rumah sakit... begitu melihat tagihan perawatannya paman Bondi hampir pingsan membaca biayanya yang sangat besar.  
Namun pihak rumah sakit cepat-cepat berkata kepada paman BONDI: Tidak usah kuatir...Semua sudah dibayar oleh seorang tua...Beliau itu dulu bos sebuah perusahaan besar...setelah pensiun dia membeli 1 toko di daerah sini... usaha kecil-kecilan untuk kesibukan saja... Beliaulah yang memanggil tim dokter dan membiayai semuanya."

Mendengar penuturan pihak rumah sakit... paman dan Bondi buru-buru  pergi ke toko orang tua itu...Menurut orang di sekitar sana...tokonya baru saja dijual dan beliau sedang jalan-jalan keluar negeri...

Beberapa bulan kemudian, paman Bondi mendapat surat dari orang tua yang baik hati itu... Disuratnya tertulis: "Hai...anda sangat beruntung punya keponakan si Bondi...dengan 1 Dollar Bondi pergi kemana mana mau beli Tuhan untuk menolongmu... Dialah yang menyambung nyawa anda... Tetapi anda harus ingat:  TUHAN  sesungguhnya ada di HATI orang yang punya "KASIH SAYANG"...πŸ’ž !
Semoga: bermanfaat.. πŸ™πŸΏ


NN dari Group WA

Selasa, 17 Januari 2017

Hikmat Kehidupan

*Dibaca pelan2 yah...* *bagus untuk improvΞ΅mΞ΅nt dan kΞ΅baikan diri kita...* 
 
*🌞Yang indah hanya sΡmΡntara.*

*🌞Yang abadi adalah kΡnangan.*

*🌞Yang ikhlas hanya dari hati.*

*🌞Yang tulus hanya dari sanubari.*

*🌞Tidak mudah mΡncari yang hilang.*

*🌞Tidak mudah mΡngΡjar impian.*

*🌞Namun yang lΡbih susah* *mΡmpΡrtahankan yang sudah ada*
*KarΞ΅na walaupun tΞ΅rgΞ΅nggam bisa tΞ΅rlΞ΅pas juga.*

*🌞Ingatlah pada pΡpatah,*

*"Jika kamu tidak mΞ΅miliki apa yang kamu sukai, maka* *sukailah apa yang kamu miliki saat ini*"

*🌞BΡlajar mΡnΡrima apa adanya dan bΡrpikir positif...*

*🌞Rumah mΡwah bagai istana, harta bΡnda yang tak tΡrhitung, kΡdudukan, dan jabatan yang luar biasa,*
*namun...*
*KΞ΅tika nafas tΞ΅rakhir tiba, sΞ΅batang jarum pun tak bisa dibawa pΞ΅rgi,*
*SΞ΅hΞ΅lai bΞ΅nang pun* *tak bisa dimiliki*
*Apalagi yang mau* 
*dipΞ΅rΞ΅butkan !!!*
*Apalagi yang mau disombongkan !!!*

*🌞Maka jalanilah hidup ini dΡngan kΡinsafan nurani.*

*🌞Jangan tΡrlalu pΡrhitungan.*

*🌞Jangan hanya mau mΡnang sΡndiri.*

*🌞Jangan suka sakiti sΡsama.*

*🌞BΡlajarlah, tiada hari tanpa kasih.*

*🌞SΡlalu bΡrlapang dada dan mengalah.*

*🌞Lepaskan beban,* *hidup dengan cΞ΅ria,* 

*🌞Tak ada yang tak bisa diikhlaskan...*

*🌞Tak ada sakit hati* *yang tak bisa* *dimaafkan...*

*🌞Tak ada dΡndam* *yang tak bisa tΡrhapus...*

*Jalanilah hidup ini dΞ΅ngan sΞ΅gala sifat positif yang kita miliki...* 
*"SELAMAT PAGI"*

*S  = Sebelum.* 
*E  = Engkau.*
*L  = Lakukan segala.*
*A  = Aktifitasmu.*
*M = Mintalah pada.* 
*A  = Allah untuk.*
*T  = Turut bersamamu.*

              *KARENA,*

*P  = Pada Dia.*
*A  = Ada kekuatan.*
*G = Gairah dan suka cita yang...*
*I  = Indah dan  luar biasa.*

*Selamat pagi, selamat beraktifitas... hiduplah dalam cinta penuh rasa syukur... jagalah persaudaraan & persahabatan... semakin banyak sahabat & saudara semakin indah  hidup ini !!!*
 πŸ’ πŸ˜€πŸ‘

*NN dari Group WA*

Senin, 16 Januari 2017

Pola Pikir

Disuatu desa di pegunungan China ada seorang pemuda datang menemui seorang guru yg sangat terkenal dengan kearifannya.Dia meminta sang guru "resep" untukk  menghilangkan "beban hidupnya" yg terasa semakin lama semakin berat. 

Sang guru mengambil sebuah batu yg beratnya sekitar 2 kg. Dia meminta 
pemuda tersebut untuk membawanya kemanapun dia pergi selama 1 minggu. 

Setelah 1 minggu kemudian sang guru bertanya bagaimana dengan batu tersebut. Si Pemuda berkata: "Pada awalnya memang kelihatannya enteng, Akan tetapi semakin lama batu ini semakin terasa berat. Barangkali kalau 
saya haruss membawa batu ini seminggu lagi saya tidak akan sanggup." 

Nah coba kamu lihat disana itu. Murid saya yg kurus itu setiap pagi 
membawa air yg beratnya lebih dari 20 kg dan dia membawanya dari 
sungai hingga ke tempat ini. Pada awalnya dia merasa sangat berat dan 
banyak air yg tertumpah di jalan akibat dia tidak kuat. Tapi sekarang dia 
merasa air tersebut meringan dan mudah untuk diangkat. Apa yg membedakannya? 

"Tidak tahu guru" kata si pemuda. 

"Yang membedakan adalah cara berpikir kita. Ketika berpikir batu itu sebagai beban maka semakin lama batu itu akan semakin berat. Lain  halnya jika kita menganggap batu tersebut sebagai alat kita untuk berlatih. Maka semakin lama lama batu tersebut akan semakin ringan. Mengapa? Karena kemampuan kita semakin bertambah tinggi." Kata sang guru. 

Marilah kita mengubah cara berpikir atau mindset kita. Jadikan tantangan, beban hidup kita sebagai alat bagi kita untuk melatih diri kita untuk menghadapi tantangan yg lebih berat di masa yang akan datang. Dengan semangat itu. Apa pun beban kita akan semakin meringan. 

"Hope is like the sun, which, as we journey toward it, casts the shadow of our burden behind us. (Samuel Smiles).

Harapan adalah seumpama matahari. Yang mana, seperti perjalanan kita menuju kesana, akan mengusir bayangan 
beban dibelakang kita." (Samuel Smiles).

Beban berat atau tidak? Anda Tertekan atau Tertantang? Pilihan ada ditangan anda sendiri, anda yg tentukan. Pilihlah dengan BijaksanaπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡.

* NN, dari Group WA 

Minggu, 16 Oktober 2016

Bola Karet

COPAS dari tetangga:
Brian Dyson, mantan CEO Coca-Cola, pernah menyampaikan pidato yg sangat menarik.
Katanya, "Bayangkan hidup itu spt pemain akrobat dengan 5 bola di udara.
Kita bisa menamai bola-bola itu dengan sebutan:
1- pekerjaan
2- keluarga
3- kesehatan
4- sahabat, dan
5- semangat

Kita hrs menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yg terjatuh.

Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu di antara 5 bola tsbt, lepaskanlah "Pekerjaan" karena pekerjaan adalah BOLA KARET.

Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali.

Namun 4 bola lain spt Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat adalah BOLA KACA.

Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!"

Kemudian, Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.

Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan (bola karet).
Bahkan kita mengorbankan keluarga, kesehatan, sahabat, dan semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut.

Contohnya:
- Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga,
- Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita tidak memperhatikan kesehatan,
- Demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat baik.

Bukan berarti pekerjaan tidak penting! Tapi jgn sampai uang atau pekerjaan menjadi "berhala" dalam hidup kita.

Ingat, kalaupun kita kehilangan, uang selalu bisa dicari lagi.
Tapi jika keluarga sudah "terjual", ke mana kita bisa membelinya lagi?
Apakah kita bisa membeli sahabat?
Apakah kesehatan kita bisa kembali normal, jika kita terkena penyakit kritis?

Mari jaga agar prioritas hidup kita tetap seimbang.

Semoga bermanfaat, selalu SEHAT dan BAHAGIA bersama KELUARGA dan SAHABAT tercinta....

(Dari group wa)

Senin, 03 Oktober 2016

JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG

Seorang pemuda kehilangan sepatunya di laut
lalu dia menulis di pinggir pantai ...
LAUT INI MALING ...
.
Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI BAIK HATI ...
.
Seorang pemuda tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai,
LAUT INI PEMBUNUH ...
.
Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai..
LAUT INI PENUH BERKAH ...
.
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu !!!!!!
.
Maka ...
.
JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.
.
Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik.
Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai.

Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada
siapa pun,
Karena yang menyukai mu tidak butuh itu,
Dan yang membenci mu tidak percaya itu.
.
Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi
Siapa yang mau berbuat baik.
.
Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan ...
Namun Hapuslah kesalahan...
demi lanjutnya Persaudaraan..
.
Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.
.
Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar.
Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti mu.

(Dari group wa)

Jumat, 30 September 2016

*Filosofi gula & Kopi* ☕


Kasus 1
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?

Gula lah yg di salahkan karena terlalu sedikit hingga "rasa" kopi pahit

Kasus 2
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg di salahkan?

Gula lagi karena terlalu banyak hingga "Rasa" kopi manis

Kasus 3
Jika takaran kopi & gula balance
Siapa yg di puji...?

Tentu semua akan berkata...
Kopinya mantaaap

Kmn gula yg mempunyai andil
Membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap

Mari Ikhlas seperti Gula yg larut tak terlihat tapi sangat bermakna.

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...

ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU.... 
padahal BAHAN DASARnya GULA....
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...

akan tetapi apabila berhubungan dgn Penyakit, barulah GULA disebut..PENYAKIT GULA

BEGITUlah HIDUP.... Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT Orang....
Tapi kesalahan akan dibesar-besarkan...

IKHLASlah seperti GULA...
LARUTlah seperti GULA...

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!

Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...

tapi untuk DIRASAkan...

(Dari group wa)

Sabtu, 17 September 2016

πŸ‘‰ *TAAT*πŸ™

*Nuh BELUM TAHU,*
banjir akan datang,
ketika ia *MEMBUAT* kapal dan ditertawakan kaumnya.

*Abraham BELUM TAHU,*
akan tersedia Domba,
ketika Pisau *nyaris MEMENGGAL* putera kesayangannya.

*Musa BELUM TAHU*,
Laut akan terbelah,
saat dia *MEMUKULKAN* tongkatnya.

*Yang Mereka TAHU* adalah bahwa Mereka *Harus TAAT* pada *PERINTAH Tuhan*, tanpa berhenti *BERHARAP yang TERBAIK*

Ternyata dibalik *KETIDAKTAHUAN* kita,
TUHAN telah *MENYIAPKAN* Kejutan.

*BIASANYA* Tangan-Tangan TUHAN Bekerja *didetik-detik terakhir* Usaha Hamba-Nya yg *TAAT.*

*KALAUPUN* Hasil Yang kita Usahakan *Jauh dari Harapan* bahkan *Menyakitkan,*
kita tidak perlu berkecil hati,
Karena kadang *TUHAN mencintai* kita dengan *cara-cara yang kita tidak suka.*

Tuhan *MEMBERIKAN* apa yg kita *BUTUHKAN*, bukan apa yg kita *INGINKAN*.

Mari kita *LAKUKAN* bagian kita, dan
Tuhan akan *MENGERJAKAN* bagianNya.

πŸ‘‡Kiranya ...
*KEKUATAN* Simson
*KEBIJAKAN* Salomo
*KESABARAN* Ayub
*IMAN* Abraham
*HIKMAT* Daniel
*KETULUSAN* Ester
*KEBERANIAN* Daud
*KESALEHAN* Henokh
*KELEMBUTAN* Musa
*KETAATAN* Joshua
*KESETIAAN* Ruth
*SUKACITA* Habakuk

Menjadi *BAGIAN* dari kepribadian kita. *AMIN* πŸ˜ƒ

❤ *GOD LOVES YOU*

(Dari group wa)

Selasa, 13 September 2016

🌿🌾 *I K H L A S* 🌾🌿

Hajar protes.....
Mengapa suaminya meninggalkan dia dan anaknya yang masih kecil di padang pasir tak bertuan.
Seperti jamaknya, dia hanya bisa menduga bahwa ini akibat kecemburuan Sarah, istri pertama suaminya yang belum juga bisa memberi putra.

Hajar mengejar Ibrahim, suaminya, dan berteriak: "Mengapa engkau tega meninggalkan kami di sini? Bagaimana kami bisa bertahan hidup?"

Ibrahim terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh.
Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran...

Hajar masih terus mengejar sambil menggendong Ismail.
Kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit, "Apakah ini perintah Tuhanmu?"

Kali ini Ibrahim, sang Khalilullah, berhenti melangkah.
Dunia seolah berhenti berputar. Malaikat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut terdiam menanti jawaban Ibrahim.
Butir pasir seolah terpaku kaku.
Angin seolah berhenti mendesah.
Pertanyaan, atau lebih tepatnya gugatan Hajar membuat semua terkesiap...

Ibrahim membalik tubuhnya, dan berkata tegas, "Iya!".

Hajar berhenti mengejar. dia terdiam...
Lantas meluncurlah kata-kata dari bibirnya, yang mengagetkan semuanya... Malaikat, butir pasir dan angin.  "Jikalau ini perintah dari Tuhanmu, pergilah... tinggalkan kami di sini. Jangan khawatir. Tuhan akan menjaga kami."

Ibrahim pun beranjak pergi.
Dilema itu punah sudah.
Ini sebuah pengabdian, atas nama perintah, bukan sebuah pembiaran.
Peristiwa Hajar dan Ibrahim ini adalah romantisme keberkahan.

Itulah *IKHLAS*..... 🌿🌹

*Ikhlas* adalah wujud sebuah keyakinan mutlak pada Sang Maha Mutlak.
*Ikhlas* adalah kepasrahan, bukan  mengalah apalagi menyerah kalah.
*Ikhlas* itu adalah engkau sanggup berlari melawan dan mengejar, namun engkau memilh patuh dan tunduk.
*Ikhlas* adalah sebuah kekuatan menundukkan diri sendiri dan semua yang engkau cintai.
*Ikhlas* adalah memilih jalanNya, bukan karena engkau terpojok tak punya jalan lain.
*Ikhlas* bukan lari dari kenyataan.
*Ikhlas* bukan karena terpaksa.
*Ikhlas* bukan merasionalisasi tindakan, bukan mengkalkulasi hasil akhir.
*Ikhlas* tak pernah berhitung.
*Ikhlas* tak pernah pula menepuk dada.
*Ikhlas* itu tangga menujuNya.
*Ikhlas* itu mendengar perintahNya dan menaatiNya.
*Ikhlas* adalah ikhlas... Titik.

"Belum cukupkah engkau memahami apa itu ikhlas dari diamnya Hajar  dan perginya Ibrahim?"

Dan aku, kamu, serta kita....semuanya tertunduk pasrah bersama Malaikat, butir pasir dan angin.

*meng-Hajar-kan pertanyaan, meng-Ibrahim-kan jawaban*

*SELAMAT IDUL ADHA  1437 H....*

🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿

(Dari group wa)

Kamis, 08 September 2016

BERDOA DENGAN CARA ALLAH

Ajari aku, TUHAN ...
Aku ingin tahu, cara yang benar untuk berdoa.

Bila aku perlu menggunakan kata-kata,
Kata apa yang harus kupakai?
Beritahukan kepadaku, apa yang harus kukatakan.

Aku menundukkan kepala,
Aku berlutut ... haruskan juga bersikap tegak?

Aku menutup mataku,
Kuangkat tanganku, atau ... haruskan aku mengatupkannya saja?

Apakah aku harus berdiri? Atau duduk saja?
Allahku ... posisi mana yang Kau sukai?

Apakah sebaiknya lampu menyala atau dimatikan?
Mungkin ... lebih baik dengan terang lilin saja?
Perlukah kupakai kacamataku atau tidak?
Ada di kursi saja atau di depan meja?
Haruskah aku berbisik atau berdoa dengan suara lantang?

Haruskah aku mengutip Kitab Suci? 
Kapan waktu yang Kau sukai? Di waktu fajarkah?

Haruskah aku berdoa dengan cepat-cepat atau perlahan-lahan?
Lebih baik doa yang pendek ... atau yang panjang?

Aku baru saja belajar berdoa, apa saja aturannya?
Aku ingin berdoa dengan benar.

Bagaimana aku tahu bahwa Kau akan mendengarkannya?
Bahwa doaku sudah benar?

Dan sementara aku duduk diam,
menunggu tanda-tanda,
Aku mendengar suara lembut yang berkata:

"Anak-Ku yang kekasih ...
Apakah kau pikir Aku begitu peduli tentang waktu, 
atau tentang posisimu ketika berdoa, berdiri atau berlutut?"

"Aku tak peduli tentang posisi tubuhmu atau tempat yang kaupilih;
Bukalah hatimu kepada-Ku,
Aku tak punya aturan lainnya.

Katakan pada-Ku apa yang ada dalam hatimu,
dan katakan pada-Ku apa yang kaucari,
Ceritakan tentang kepedihanmu
dan hal-hal lain yang membuatmu merasa lemah."

"Bicaralah pada-Ku secara pribadi
tentang apa yang paling penting bagimu;
Aku tahu tentang perbuatan-perbuatan baikmu ...
tak perlu, engkau menyombongkannya.

Anak-Ku, engkau tak perlu pelajaran-pelajaran,
Bicaralah saja pada-Ku setiap hari,
katakan pada-Ku apapun yang kauinginkan,
Sayang-Ku, Siapapun dapat berdoa."

(Anonim, dari group wa)

KAMI TIDAK AKAN MENYEMBAH & MELAYANI TUHANMU


Pada saat pemakaman ayahnya, yang adalah seorang gembala sidang di sebuah gereja besar, anak perempuannya (yang adalah seorang pekerja seks komersial), memperhatikan dan mendengarkan anggota-anggota gereja melukiskan semua perbuatan-perbuatan dahsyat yang telah dilakukan oleh almarhum pada gerejanya yang memiliki 10.000 anggota itu. Selama hidupnya sang hamba Tuhan juga memiliki pelayanan luas melalui televisi.
Mereka bicara tentang kepeduliannya, kasihnya, kemurahan hatinya, tanda-tanda & mujizat yang terjadi dalam pelayanannya, serta kelembutannya sewaktu ia masih hidup.

Namun setelah upacara pemakaman berakhir, anak perempuan hamba Tuhan itu bertanya kepada saudarinya dan ibunya, "Siapakah orang yang dibicarakan oleh orang-orang di pemakaman tadi? Apakah ia pria yang sama yang membesarkan kita? Mereka semua pasti berdusta!" Semua anak-anaknya, termasuk Jack (seorang pecandu narkoba) pun setuju bahwa semua orang itu telah bicara dusta.

Namun ibunya menjawab, "Mereka tidak sedang bicara dusta. Ayahmu memang seorang hamba Tuhan yang baik, namun ia adalah seorang suami dan ayah yang buruk. Ia merawat dan mengembangkan gereja namun ia meninggalkan keluarganya tak terurus. Api ada dalam tulang-tulangnya untuk bekerja bagi Tuhan, namun cinta, rasa sayang, dan keintiman, tidak pernah ada dalam pikirannya buat keluarganya. Saya adalah istrinya, namun gereja adalah gundiknya. Ia mencintai gundiknya dan mengabaikan istrinya. Ia memenangkan gereja, namun kehilangan keluarganya. Betapa memalukan!"

Di kemudian hari, anak-anak meletakkan pusara di makam ayahnya, dengan tulisan seperti ini :
"Ayah, engkau menggembalakan dan merawat mereka, namun mengabaikan kami.
Ayah, engkau banyak sekali menyelenggarakan KKR, namun keluargamu tidak pernah dibangunkan.
Ayah, engkau mengkonseling mereka, namun kami hidup tanpa bimbingan.
Ayah, engkau seorang gembala, namun hidup tanpa sebuah padang rumput, engkau menunjukkan kasih kepada mereka namun kami hidup di padang gurun tanpa kasih sayang.
Ayah, engkau adalah seorang gembala, konselor, yang sukses, namun engkau benar-benar gagal total sebagai suami dan ayah.
Ayah, kami hampir tidak tahu bahwa engkau sudah mati karena engkau memang tidak pernah ada bagi kami.
Inilah hal yang kami janjikan kepadamu : Kami tidak akan pernah menyembah dan melayani Tuhanmu!"

(Dari group wa)

Senin, 05 September 2016

Gadis Dengan Mawar di Kerah Baju

John Blanford berdiri tegak di sisi bangku di Stasiun Kereta Api sambil melihat ke arah jarum jam, pukul 6 kurang 6 menit. John sedang menunggu seorang gadis yang dekat di hatinya, tetapi dia tidak mengenal wajahnya. Seorang gadis dengan mawar di kerah baju.

Lebih dari setahun yang lalu, John membaca buku yang dipinjam dari perpustakaan. Rasa ingin tahunya terpancing saat ia melihat coretan tangan yang halus di buku tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut adalah seorang gadis bernama Hollis Molleoin. Hollis tinggal di New York dan John di Florida. John mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling bersurat. Beberapa hari kemudian, John dikirim ke medan perang, Perang Dunia II. Mereka terus saling menyurati selama hampir 1 tahun. Setiap surat seperti layaknya bibit yang jatuh di tanah yang subur dalam hati masing-masing dan menumbuhkan jalinan cinta di antara mereka.

John berkali-kali meminta agar Hollis mengiriminya sebuah foto. Akan tetapi sang gadis selalu menolak, kata sang gadis, "Kalau perasaan cintamu tulus, John. Bagaimanapun paras saya tidak akan mengubah perasaan itu. Kalau saya cantik, selama hidup saya akan bertanya tanya apakah mugkin perasaanmu itu hanya dikarenakan kecantikan saya saja. Kalau saya biasa-biasa atau cenderung jelek, saya takut kamu akan terus menulis hanya karena kamu merasa kesepian dan tidak ada orang lain lagi tempat kamu mengadu. Jadi, sebaiknya kamu tidak usah mengetahui paras saya. Sekembalinya kamu ke New York, kita akan bertemu muka. Pada saat itu, kita akan bebas menentukan apa yang akan kita lakukan."

Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun Pusat di New York pada pukul 6 sore setelah perang usai. "Kamu akan mengenali saya, John. Karena saya akan mengenakan baju berwarna hijau dan menyematkan setangkai bunga mawar merah pada kerah baju. " Kata Hollils.

Pukul 6 kurang 1 menit, sang perwira muda semakin gelisah. Tiba-tiba, jantungnya serasa hampir copot, dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya langsing, rambutnya pirang bergelombang, matanya biru seperti langit, luar biasa cantiknya. Sang perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan tidak menghiraukan kenyataan bahwa sang gadis tidak mengenakan bunga sperti yang telah disepakati. Hanya tinggal 1 langkah lagi ketika John melihat seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekuntum mawar merah di kerahnya. "O… itu Hollis!!!"

Rambutnya sudah mulai beruban dan agak gemuk. Gadis berbaju hijau hampir menghilang. Perasaan sang perwira mulai terasa terbagi dua, ia ingin berlari mengejar sang gadis cantik. Di sisi lain, ia tidak ingin menghkhianati Hollis yang lembut dan telah menemaninya selama masa perang. Tanpa berpikir panjang, John berjalan menghampiri wanita yang berusia setengah baya itu dan menyapanya. "Nama saya John Blanford, Anda tentu saja Nona Hollis. Bahagia sekali bisa bertemu dengan Anda. Maukah Anda makan malam bersama saya?"

Sang wanita tersenyum ramah dan berkata, "Anak muda, saya tidak tahu apa arti semua ini. Tetapi seorang gadis berbaju hijau yang baru saja lewat memaksa saya untuk mengenakan bunga mawar ini dan dia mengatakan kalau Anda mengajak saya makan, maka saya diminta untuk memberitahu Anda bahwa dia menunggu Anda di restoran di ujung jalan ini. Katanya semua ini hanya untuk menguji Anda."
RENUNGAN:
Kita tidak bisa benar-benar yakin akan suatu hal, sebelum hal itu diuji. Seperti halnya ketika kita harus melewati ujian agar bisa dnyatakan menguasai suatu ilmu. Obat akan diuji sebelum diakui dan dipergunakan. Demikian juga dengan perasaan cinta.
Suatu relasi mencapai kesejatiannya setelah mengalami berbagai ujian. Termasuk ujian kesetiaan. Apakah kita cukup setia dengan pilihan kita atau dengan mudah berpaling kepada yang lain?

(Dari group w.a.)